09 Desember, 2010

Graduation

4comments
Kata sambutan dari ibu Prita Kemal Gani MBA,MCIPR,IPR --> Bener gak titlenya? secara beliau kan harus ditulis lengkap ya :) cukup membuat saya terharu hari ini.

Kata sambutan yang hanya berlangsung sekitar 15-20 menit itu secara ajaib menggantikan berbagai keluh kesah yang ada selama 4 tahun, berbagai kerja keras yang tidak hanya menguras tenaga namun juga secara mental membebani, terbayarkan sudah. Mungkin tak ada orang yang patut mendapatkan ucapan terima kasih sebesar - besarnya selain orang tua, guru, teman dan orang terkasih kita yang selalu ada mendampingi di saat - saat tersulit sekalipun.
Sebuah acara yang hanya akan terjadi setahun sekali ini pastinya akan selalu tersimpan di memori para wisudawan yang hari ini larut dalam suasana sukacita, haru dan juga sedih karena akhirnya selesai sudah perjalanan selama 4 tahun di sekolah yang menurut saya adalah salah satu universitas terbaik tak hanya Indonesia, namun juga dunia :) segala pikiran negatif mengenai sekolah ini sirna sudah.. tentunya tak ada gading yang tak retak kan? namun bagaimana kita bisa menanggapi hal tersebut sebagai hal yang positif..

Segenap bulu kuduk merinding, mendengar alunan lagu yang melatarbelakangi prosesi pemanggilan para wisudawan satu persatu.. Hanya ada 1 kata "Terima Kasih" yang terus menerus menggema di dalam hati kecil, terima kasih kepada semuanya, bahwa hari ini akhirnya segala jerih payah yang diberikan mencapai puncaknya, ibarat seorang anak kecil yang diberikan mainan terbaik oleh orang tua, perasaan campur aduk mengharu biru menyertai saya berdiri untuk menyongsong podium, sebuah podium sederhana namun ibarat sebuah pintu besar bagi kami semua, ribuan lulusan yang sudah siap untuk menceburkan diri pada sebuah kehidupan yang sebenar - benarnya.

Dalam sebuah ruangan yang cukup besar tersebut, dinginnya pendingin tidak dapat menembus kehangatan yang terjadi antara orang tua dan anak mereka, sahabat dan juga pasangan yang hari ini menghadiri sebuah upacara yang cukup luar biasa dalam 22 tahun hidup saya :) tak sedikit para wisudawan maupun orang tua yang menitikkan air mata haru dan bahagia bahwa pada akhirnya semuanya selesai disini. Dagu ke atas dan senyuman tersungging di bibir setiap wisudawan setiap kali nama mereka dipanggil ke atas untuk dinobatkan secara resmi sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).

Berbagai latar belakang Keluarga,Ras,Agama,Suku bercampur hari ini, dan uniknya tidak ada batas apapun yang membatasi kita hari ini.. kita adalah keluarga besar dari STIKOM The London School of PR Jakarta. Hal inilah yang membuat negara kita Indonesia sebagai sebuah negara unik dengan sejuta keanekaragamannya.. Saya sendiri yakin, hal ini akan sulit kita temukan dibelahan dunia manapun, dan sudah selayaknya dan sepantasnya kita berbangga menjadi orang Indonesia. Tak pernah menyangka seorang anak pinggiran Kelapa Gading yang semenjak kecil kerjaannya cuma suka main di warnet, bisa menghadiri sebuah acara semegah ini dan bisa berhadapan secara langsung dengan orang - orang yang memang sudah terlebih dahulu berhasil di bidangnya. sungguh sebuah kesempatan yang Luar biasa.

Namun sedari tadi, saya berpikir apa sih formula dan rahasia dibalik kesuksesan hari ini? rasanya cuma ada satu kata yang bisa menjawab pertanyaanl tersebut, yakni kerja keras.. tanpa adanya kerja keras, mustahil kita semua bisa bersama - sama berdiri disini, mengenakan pakaian khas Graduation, berfoto bersama sama dan berteriak "YAY! SAYA LULUS". Tanpa adanya kerja keras hal - hal tersebut hanyalah impian belaka. Banyak anak muda dewasa ini yang memiliki mimpi setinggi langit, namun apalah artinya sebuah mimpi tanpa disertai dengan semangat kerja keras yang memang harus kita pupuk sedini mungkin. Sebuah impian hanyalah menjadi sebuah mimpi belaka tanpa adanya kerja keras.
Nah kemudian pertanyaan selanjutnya, kita sudah lulus, berarti kita sudah kerja keras donk? sebagai sebuah anak muda yang punya impian, kita tidak bisa terus berdiri disitu, setelah kerja keras, kita harus ngapain lagi? kemudian saya menemukan sih jawabannya.. Kita harus menjadi tak hanya Wisudawan yang terkenal dengan kerja kerasnya, namun kita haruslah menjadi seorang wisudawan yang bisa menginspirasi orang lain untuk juga terus bekerja keras membangun dirinya.

Negara kita banyak dicap jelek oleh banyak negara lain, dan menurut saya, kitalah yang harus bisa menjadi sesuatu agar ke depannya kita dapat mengubah banyak hal.. Bisakah kita menjadi anak muda yang menginspirasi orang lain , dalam hal ini wisudawan yang bisa menginspirasi orang banyak akan pentingya semangat kerja keras.. tak ada lagi waktu santai mulai sekarang, tak ada lagi kata "Ntar" sekarang, kita sendiri juga harus terus memacu diri agar terus bisa naik lagi tingkat demi tingkat, level demi level.. Seorang Barack Obama tidak akan jadi seperti sekarang jika ia tidak terus memacu diri agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.. Kita semua tau, dia sudah menjadi inpirasi dunia, Hidupnya menjadi sebuah contoh dan panutan yang patut ditiru untuk anak muda yang dewasa ini sudah semakin terkikis karena berbagai faktor yang ada di dunia.. Gak ada lagi deh anak muda yang manja, Saya selalu berprinsip "Selama kedua kaki saya masih dapat menopang tubuh ini, tak ada yang dapat menghalangi saya untuk terus menerus IMPROVE". Di atas langit ada langit, mungkin pedoman ini cukup bisa menjadi pegangan yang mujarab untuk kita.. dan impian saya memang itu, agar hidup saya bisa menjadi inspirasi untuk orang banyak. Mungkin nanti setelah menjadi inspirator masih ada lagi PR yang harus dikerjakan, tak gampang menjalani hidup menjadi seorang inspirator :)

Tapiiiiiiiiiiiiiii dalam hidup semuanya haruslah seimbang, saya pernah membaca sebuah tulisan dari Rusdy Rukmarata, "Saya kurang setuju pada Pepatah berakit - rakit ke hulu, berenang - renang ke tepian" Menurut dirinya hidup harus seimbang, kita masih muda kok! ya kita harus bisa, tetap mengejar impian sekaligus juga bersenang - senang menjalani hidup, toh life is beautiful kan? tak heran slogan "Work Hard Play Hard" menjadi sangat terkenal di mana - mana.

Last but not Least! the most basic in life, juga harus seimbang, kerja keras rasanya juga harus diterapkan pada hal yang satu ini.. urusan partner hidup, kita juga harus bisa donk! bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup, it's also once in a lifetime? Mike pernah bilang, "Satu2nya kali kita bisa egois adalah ketika kita mencari pasangan Hidup". Go out and Fight for it, if you think it's the best! You deserve it man! yes! everyone deserve the best,namun tanpa adanya kerja keras juga percuma kan? :) we have to fight for it, yes i'm quite picky but yes i want someone at her best behind me, beside me supporting every single things am doing, but yet not forgetting that i also have to become a better, and a Better man! dan Pasangan yang baik adalah pasangan yang bisa membuat orang lain tersenyum dan senang melihat kita bersama - sama mengejar impian.. therefore am not finding a Girlfriend, or wife, am finding a Partner of life yang bisa saling menghargai dan bersama - sama merajut impian hingga nanti :) so i will fight for it at my best.

Semua ini terangkum dalam satu kata "Hidup" dan "Kerja Keras"
sudah siapkah kita menjadi generasi pekerja keras? dalam berbagai aspek kehidupan kita dan kemudian menginspirasi orang lain? mari kita sama - sama yaaaaaa mewujudkan hal tersebut.

John Lennon ever said : " A Dream you Dream ALONE is only a DREAM, a Dream you dream TOGETHER is REALITY"

Tetap Bersemangat!! Chop Chopp
Fabian Prasetya 07
Jakarta, 10 Desember 2010
01.30 Am

27 November, 2010

Fairy Tales

0comments
Bagi sebagian orang, Rasanya sebuah Fairy Tales sangat menyenangkan..sebuah cerita yang terkadang, mungkin bukan terkadang lagi.. Selalu berakhir bahagia.. Sebut saja berbagai fairy tales yang ada.. Identik dengan pangeran berkuda putih,putri yang cantik dan malaikat - malaikat..

Sayangnya kehidupan tidak seperti itu.. Realita merupakan hal yang kejam.. Ia bisa menghancurkan kita berkeping-keping loh terkadang.. Namun kita juga bisa menganalogikan kehidupan realita kita dengan Fairy Tales tersebut.. Masalahnya
Apa ada kehidupan real yang seindah dengan Fairy Tales?

Mungkin ada, tapi kebanyakan tidak deh..Pastinya kita harus berusaha keras untuk mewujudkannya.. Tanpa adanya kerja keras pastinya tidak akan ada apa apa yang terjadi.. Boro - boro happy ending, mungkin kisah tersebut tidak akan pernah terjadi..

Siapa sih yang ga mau hidupnya bahagia? Pastinya semua mau donk hidupnya bahagia. Pertanyaannya mengapa banyak org yang tidak sebahagia apa yang ada di Fairy Tales?

Paranoid akan Fairy Tales seperti itu..the thoughts are infiltrating my mind.. is this another fairy tales..and yes.. I prefer an awful truths rather than beautiful lies..
Dan apakah Fairy Tales hanya lah Beautiful Lies?

Just a random writing sih.. But yahhh.. Keep it in a positive way.. Fairy Tales do exist for those who believe it.. It's your options whether you're going to enjoy it and move once its ended or simply quit from the beginning , to know the awful truth and not continuing the beautiful lies..

Your Call

Fabian P. 07
12.45
27 nov '10

17 Oktober, 2010

Roller Coaster

3comments
"Ya karena lo terlalu ngarep, bahaya kalo dah gitu posisinya", pembukaan itu cukup nampol kalo menurut gue.

Ibarat main Roller Coaster lo jadi pemain kalo kelamaan main, naik turun naik turun, muntah ga? Ya muntahlah!!
Ya kalo gitu stop playing!!

Balance, Nampaknya problem "Percintaan" yang di mata gw terlihat sepele ini membuat hidup gw jadi gak Balance. Dan sudah saatnya mungkin gw harus STOP mikirin bahwa ini hal kecil. Mengejar impian nampaknya menjadi sebuah hal yang lebih mudah dibandingkan mengejar hal yang satu ini.

Memiliki pasangan hidup yang benar adalah step awal juga menjadi orang yang berhasil, kadang sudah menjadi sebuah kelaziman jika orang yang Sukses tidak akan memiliki kisah pribadi yang sempurna, sebut saja nama - nama besar di dunia, apakah mereka memiliki kisah percintaan yang sukses? menurut gw tidak. ambil saja contoh konkret di dalam negeri, Hermawan Kertajaya, sang Guru Marketing kita, baru tau ternyata dia sudah lama bercerai dengan istrinya.

Dalam hukum alam semesta, memiliki pasangan hidup adalah sebuah hal yang memang sudah ditakdirkan dalam kehidupan setiap manusia. Namun gak boleh juga hal tersebut menjadi fokus satu-satunya dalam hidup manusia, segalanya harus seimbang. Sekarang kalo dibilang percintaan gw amburadul, ya berarti gw masih punya PR selain ngejar impian gw, yaitu gimana bisa dapet pasangan hidup yah yang memang bener - bener bisa support gw dalam segala hal termasuk impian gw. 

Kisah cinta itu sendiri dengan Impian (karir) pada dasarnya adalah dua buah elemen yang harus saling mendukung, jika salah satunya gak ada, ya ga mungkin juga akan bisa jadi sebuah keseimbangan. hukum alam semesta adalah hukum keseimbangan. 

"Wanita ibarat Busur, dan Pria ibarat anak panah. Berapa jauh anak panah melesat, tergantung Busurnya"

Kalimat ini sering banget gue denger kalo lagi ada yang nikah, tapi ya intinya dari kalimat perandaian ini adalah bahwa memang sebuah kehidupan yang berhasil, tidak hanya berhasil secara impian, namun kita juga bisa dapet pasangan hidup yang sesuai dan bisa saling mendukung satu sama lainnya, bukannya hanya membuat kita pusing dan akhirnya jadi gak bisa ngapa-ngapain.

Belakangan ini memang, terlihat bahwa impian yang selama ini gw inginkan hampir semuanya terlaksana, Kuliah s1 lulus, dapat pekerjaan yang ok dan juga S2. Tapi kisah percintaan yang selama ini gw jalani membuat kehidupan gw agak kurang sehat. Uring - uringan tiba - tiba, perasaan tak menentu yang selalu menghantui di malam - malam seperti ini, sedikit - sedikit lama - lama jadi bukit kan? walaupun diluar kelihatan tegar, di dalam sini sebenernya hancur juga dan kesepian.

Yah memang susah kalo kita dah jatuh pada seseorang dan mencoba keluar dari situ, tapi ya harus bisa keluar, kalo gak lama - lama "Avidya" alias gak bisa ngeliat kenyataan bahwa memang lo terlalu berharap lebih sama orang itu. Sabtu lalu dengan simple nyokap gw cuma bilang satu kata yang membuat gw cukup tertegun, "Udahlah, toh di akhir juga dia gak akan milih lo, ngapain sih".

Gw memang selalu menghibur diri bahwa, yaudah lahhhhhh nanti aja liat, kita kan gak pernah tahu gimana ke depannya. jalanin aja dulu. Main aja dulu di Roller Coaster ini dan kita lihat berapa lama gw berhasil gak muntah main di Roller Coaster ini. Kehidupan yang selalu bergejolak setiap harinya ini. Tapi hari ini setelah berbicara dengan 2 sahabat gw ya gw akhirnya tau gw harus turun dan "Break" dari permainan ini, sebelum gw muntah.

Menelan obat yang Pahit memang tak pernah mudah, namun lebih sulit lagi ketika kita sudah makan permen yang manis lalu seketika itu juga kita menelan obat yang pahit. Lebih baik kita langsung menelan yang pahit daripada harus merasakan manis terlebih dahulu. :) banyak orang kan bilang? kejujuran yang pahit jauh lebih baik dibandingkan sebuah kebohongan yang manis.

I Fall, it's your choice to take my hand and keep it forever or leave me and I'll stand by myself. Those are the only choices. I've make an effort, and if you want to be here, you surely have to make an effort, it's Your Turn.


If someone wants to be a part of your life they'll make an effort to be in it so don't bother reserving a space in your heart for someone who doesn't make an effort to stay


Fabian Prasetya.07
Jakarta, 17 October 2010
23.50

See You and Good Bye ;)





07 Oktober, 2010

Stay Hungry, Stay Foolish

7comments
Aultman Benedick, Nampaknya gak pernah kepikir ketemu sama dia lagi setelah terakhir kali gw menyalami-nya setelah ia keluar dari ruang sidang campus C beberapa waktu yang lalu.
Lorong depan Ruang LSPRTV itulah tempat kita bersirobok (bertatap muka) setelah lelah menempuh kelas si Thomas W. Apitzch.

Dari sinilah cerita ini bermulai, boleh dibilang pertemuan 2 jam yang lalu itu adalah KEBETULAN. Sayangnya dalam ajaran Niciren Shoshu (Agama Gw) gak ada tuh yang namanya kebetulan, yang ada hanyalah Jodoh. Singkat cerita, teman gw ini ternyata mendapat titipan untuk menyampaikan pesan dari Dosen yang memberikan info akan adanya sebuah "Scholar" (Beasiswa) dari negara - negara uni eropa di Indonesia. Eksibisinya akan diadakan pada tanggal 9-10 Oktober besok.
Dari lorong kita menuju ke bawah, smoking room nya anak kampus B dan berbicara disitu. Intinya adalah bahwa peluang mendapatkan beasiswa ini gede banget, memang semua orang berhak mengajukan tapi karena kita memiliki motivasi besar (diliat dosen) makanya optimis kita adalah beberapa deretan anak anak yang bisa dapet tuh beasiswa.

Belakangan ini gw lagi mulai merasa bahwa gw mulai kurang ngejar impian, ya memang pekerjaan ada, namun gw sempet ngmg ma temen gw bahwa "No matter how you love your job, sometimes you get bored" and it's F*ckin true! lage agak jenuh sih sebenernya belakangan ini. Gw mencoba menutupi hal tersebut dengan mencari interest baru yakni les bahasa jepang yang akan mengisi waktu di hari sabtu gw. Masih teringat kepergian seorang temen si Farica Purnamasari mendapatkan beasiswa ke jepang, gw pun optimis satu hari nanti bisa dapet beasiswa ke jepang.

Lalu sampailah pada hari ini dimana beasiswa yang ditawarkan bukan cuma sekedar di Asia, namun benua yang mungkin gak pernah gw bayangin sebelumnya gw bisa sekolah kesana. Ya negara uni eropa. Gw sempet nanya sama temen gw itu. "Man gila, gw gak ada modal apa apa bahasa prancis".. "Bro, optimis lahhh if there's a will, there's a way.. mana motivasi lo selama ini?". setelah mendengar kalimat dia itu gw semangat lagi.

Ya mungkin inilah jodohnya ya, ada jalan untuk gw berkembang menjadi sesuatu yang lebih lagi, ya memang ini belom pasti, tapi kadang hal kecil seperti ini lah yang memulai semuanya. Larry Page dan Sergey Brin tidak membuat GOOGLE di GOOGLEPLEX seperti sekarang melainkan hanya sebuah garasi kecil, begitu pula Zuckerberg dengan Facebooknya. Tapi semuanya jadi seperti sekarang akan kekuatan sebuah impian :).

Dosen gw dulu Marc Carmiachel Brown pernah ngmg, "If You wanna Dream, Dream Big" ya sekalian aja, gak pernah salah kan bermimpi? dan mumpung masih gratis kenapa gak? kita kan gak pernah tau apa yang kita mulai ini akan menjadi apa. Intinya adalah tetap fokus menjalankannya hingga akhir. apapun itu outputnya pastinya kita akan puas :)

Latar belakang Ayah gw adalah Pengacara, dia ambil kuliah S.H namun gak lulus dan jadi seperti sekarang, seorang pengusaha AC. Terima kasih iya, dengan usaha Ayah seperti sekarang ini yaa gw udah bisa menempuh pendidikan sampe s2. Tapi ada satu hal yang selalu kadang - kadang terlontar dari dia secara spontan "Coba papi dulu selesai ya s1 nya, udah idup enak kali papi jadi pengacara". Rasa menyesal, penyesalan gak akan datang belakangan. 

Ya memang gw belum tentu dapet beasiswa itu, tapi gw percaya dah ketemu jodoh yang bisa kasih jalan kesana, ya kenapa gak dicoba? gw gak mau lagi jadi kayak ayah gw yang nantinya hanya bisa bercerita ke anaknya dengan kalimat awal "Coba dulu papi..........." tapi gw mau jadi ayah yang nanti bisa bercerita ke anak gue "Papi dulu gini ........ papi aja bisa, pasti kamu bisa" dan membuat anak gw tersenyum semangat meraih impiannya. 

ada dua kutipan yang mau dishare disini perihal hal ini

Don't Regrets of the Things You Do, Regrets of the Things you DON'T Do

Sebuah kutipan lagi dari Steve Jobs
Stay Hungry, Stay Foolish

- Jangan pernah berhenti bermimpi, jangan pernah puas, teruslah merasa kelaparan dan bodoh supaya kita terus mencoba sesuatu untuk memenuhi hasrat itu.
Fabian Prasetya
8 October 2010
00.37







04 Oktober, 2010

Fear Is Good!

0comments
Malam itu tidak berbeda dengan malam-malam sebelumnya di kelas master yang yaaaah jumlah muridnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kelas s1 yang sudah-sudah.. emang beda sih berada di kelas master, hampir gak ada yang berbicara, namun keheningan yang ada kadang juga meledak-ledak tergantikan dengan tawa yang memang sangat sulit keluar dari orang-orang yang sudah mulai beranjak menjadi seorang yang "Profesional".

kemudian segala kasak kusuk kelas yang tergolong kecil dan dingin itu terhenti seketika dosen mengatakan "Fear is Good"...

sebuah kata sederhana namun menohok kita semua.

"Manusia cenderung puas, ketika manusia puas, ia tidak akan pernah berkembang oleh karena itu saya tidak pernah mau membagikan hasil pekerjaan kalian dan mengevaluasi, sebenarnya pekerjaan kalian sudah lumayan bagus dari minggu ke minggu namun saya tidak mau anda semua mengetahui hal itu, karena hal itu akan menjerumuskan kalian ke dalam jurang kepuasan yang kemudian akan membuat kalian berhenti memperbaiki diri"

sepenggal kalimat yang cukup dalam namun juga sangat mudah untuk dimengerti.. manusia,, tidak ada habisnya jika berbicara makhluk ciptaan Tuhan yang selalu disebut sebagai makhluk paling sempurna ini... namun sebuah penggalan yang dapat membuat sebuah kelas hening tersebut sangat sempurna untuk kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari - hari.

pernah ngeliat orang yang hidupnya udah enak? pernah ngeliat orang yang gak perlu susah-susah lagi cari duit untuk hidupnya? sekilas tampaknya enak, tapi sesuai kata dosen gw tadi di atas, mereka gak punya rasa takut.. apa sih modal untuk menjadi sesorang?? setelah mendengar kalimat dosen gue tersebut gw jadi tau modalnya itu ya punya rasa takut...

ketika seseorang punya rasa takut, ia gak akan pernah berenti untuk memperbaiki dirinya dan juga membuat yang terbaik untuk orang lain maupun dirinya, tapi ketika rasa takut itu hilang, dia akan kehilangan arah dan menganggap semuanya sudah sempurna, ingat tak ada manusia yang SEMPURNA di dunia ini, setiap manusia berbeda dan setiap manusia diciptakan untuk bisa melengkapi satu sama lain!

dalam hidup kita belajar, belajar untuk jadi lebih baik, hidup adalah sebuah tahapan dan urutan, tidak ada yang lebih baik maupun lebih buruk, yang ada hanyalah siapa duluan dan siapa belakangan..
ketika gw sudah belajar tahap ini, gw harus bisa mengajarkan tahap yang sudah gw lalui kepada orang lain, bahkan mungkin orang lain bisa melalui tahap itu lebih baik daripada dulu gw lalui, sama seperti sekolah, tak ada yang lebih hebat ataupun lebih bodoh, anak kelas 6 sd pasti tau lebih banyak daripada anak kelas 1 sd, namun anak kelas 6 SD blom tentu tau semuanya, mungkin ada yang anak kelas 1 sd ketahui dan ia tidak ketahui..

hidup adalah sebuah perjalanan, sebuah proses. dan tidak ada proses yang mudah, tidak ada berlian jika tidak ada proses, dan tidak ada emas, jika tidak ada prosesnya... sesuatu yang kita sebut proses tidak akan pernah mudah dan pasti kita akan selalu menemukan ketakutan di dalamnya.

ketakutan akan tidak bisa
ketakutan akan masa depan
ketakutan akan pasangan hidup


semua ketakutan dapat terjadi pada diri kita.. dan ketakutan itu baik..
ketakutan akan membuat kita terus memperbaiki diri, dan kemudian berusaha lebih dari yang lain dan yang terpenting menjadi orang yang lebih dibanding yang lain..

Jangan malah down ketika memiliki rasa takut, namun yang harus kita lakukan adalah berterima kasih kita masih memiliki rasa takut, karena kita tidak akan tahu apa yang harus kita perbaiki ketika rasa takut sudah hilang dari diri kita..

kemudian sang dosen bertanya kepada saya pada akhir kelas
Fabian?? kenapa tampangnya begitu?? takut ya menghadapi kelas ini? dengan simple saya menjawab

"Fear is Good"
dan senyuman plus semangat pun kembali terbakar dari dalam diri...

bravo



---sebuah pemikiran
Fabian Prasetya
11 Februari 2010
00.48

03 Oktober, 2010

Steve Jobs' Speech at Harvard University -- VERY INSPIRING [Share]

0comments

Pidato Steve Job (pendiri Apple & Pixar) di Acara Wisuda Stanford University


Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah.

Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.

Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains.


Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.

Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan. Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar.

Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya.

Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.


Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.

Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.

Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.  

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua. Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh/ Jangan merasa pintar). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.

Stay Hungry. Stay Foolish.


Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.


23 September, 2010

Airport, Airplane and Hotel

2comments
Mungkin, sebuah cerita gw ini terlihat bodoh untuk diceritakan hehehe.. Saat ini gw sedang duduk di sebuah meja kayu yang, hmm cukup kokoh lah yahhh dan lebar. Di pojok sebelah kiri ada sebuah lampu meja yang menerangi deretan keyboard laptop gue ini dengan cahaya yang cukup..

Gw sedang menulis di sela-sela padatnya acara Wahana Negara Raharja, sebuah acara tahunan wihara gue yang mengumpulkan sekitar 1700 orang dari berbagai propinsi di Indonesia. Ditemani dengan deretan lagu yang ada dalam "Library" iTunes.

Profesi yang gue pilih sampai sekarang dalam hidup adalah sebagai seorang Public Relations, gue juga kadang bertanya-tanya sih kenapa gw memilih profesi ini. Padahal profesi ini di benak kebanyakan orang adalah kerjaannya kaum hawa.

Mungkin jika bisa disimpulkan sedikit ada 3 Hal yang membuat gw menjadi terinspirasi dan kemudian menekuni bidang ini selama kurang lebih, hmm 5 Tahun.. 

Airport, Pesawat , dan Hotel..
Pertama kali hati gw merasa tergelitik adalah ketika gue SMP kelas 2 dan pertama kalinya jemput bokap gue ke bandara sepulangnya dari Jepang, gue seketika merasa bahwa bandara adalah "Tempat" Gue. Hilir Mudik orang dengan setelan jasnya yang rapih membuat hati gw berkata "Gue Musti Bisa jadi salah satu orang itu",nanti..
Pesawat, gue selalu merasa suka berada di dalam pesawat, rasanya ada percampuran berbagai perasaan ketika gue berada di dalam pesawat. Perasaan itu kalo bisa dirangkum jadi 1 disebut "Excited".
Dan Yang terakhir gw sangat suka dengan Hotel, berbagai keteraturan yang ada di Hotel, berbagai pelayanan yang ada dan juga berbagai tempat bertemunya orang - orang membuat gw sangat senang dengan hotel.

Dari 3 Hal tersebut kemudian gw mencari,mencari dan mencari hingga akhirnya gw menemukan bahwa di balik organisasi-organisasi besar tersebut ada orang yang terus menjaga reputasi dan selalu berhubungan dengan Image, dan orang itu disebut Public Relations.

Balik lagi ke Airport Pesawat dan Hotel. sekarang gw sedang berada di salah satu Hotel di Jakarta, hotel yang cukup terkenal lahhh.. dan ini adalah pertama kalinya lagi gue nginep di hotel setelah Desember tahun lalu gw nginep di salah satu hotel di Jepang. Okelah Airport Pesawat dan Hotel mengantarkan gw pada sebuah pilihan Public Relations yang hingga kini gw tekuni, namun masih ada lagi satu impian gw yang belum terwujud dan selalu menggelitik hati ketika gw menginjakkan kaki ataupun berhubungan dengan 3 tempat tersebut di atas.

Saat ini, di ruangan hotel yang tak terbilang cukup besar ini, wajah seseorang terus melintas di benak, entah kenapa gak hanya hotel, ketika gw menginjakkan kaki di Bandara, masuk ke Pesawat dan juga Check In ( bahasanya agak kasar nih check in haha) di Hotel.. selalu wajah seseorang terlintas. Tentunya orang yang sedang gw sayang saat itu.

Yaaa, impian gw yang belum terwujud itu adalah membawa orang yang gw sayang untuk ke tempat-tempat baru. ngajak ke luar negeri tentunya, menghabiskan waktu sama dia dan juga berbagi pengalaman baru sama dia. Mengunjungi tempat baru, discover hal baru dan yang terpenting membuat memori kita berdua adalah impian gw yang sampe sekarang belom pernah bisa gw wujudkan.

I'll hold your hand along the way
I'll hug you when you get cold in the winter
I'll Say "I Love You" in one of the most memorable place

Yah i call this my unfinished dream, dan satu hari gw akan bisa memenuhi impian gw ini, gw YAKIN.. siapapun dia..
Is it You , "L"? if yes.. then Japan is going to be our first destination.. I Love You and that's All I Know

All i can do is keep Wishing and Hoping! ;)

Warmest Regards
Fabian Prasetya.07
00.32 
Sultan Hotel , Jakarta
 

My Life is Mine Not Yours! © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates